KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part III : PLC Part V : Addressing
By : Giovanni Sutanto NIM 132 05 038
Selama ini penulis menjelaskan program Ladder Diagram dengan menggunakan simulasi CoDeSys. Untuk melihat bagaimana program ini berjalan pada PLC, maka program ini harus di-upload ke PLC. Sebelum meng-upload program ke PLC, kita perlu melakukan Addressing/pengalamatan, yang perlu dilakukan baik pada program Ladder yang kita buat (software) maupun pada hardware.
Pada hardware, kita perlu mengalamati setiap Slave I/O. Setiap Slave I/O harus memiliki alamat yang spesifik dan berbeda satu sama lain. Untuk PLC ifm, pada Master terdapat display dan tombol-tombol yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengaturan alamat Slave-Slave I/O, contohnya sebagai berikut :
Pada PLC ifm sekarang terdapat 62 alamat yang dapat di-assign untuk Slave-Slave I/O, yaitu 1A, 2A, …, 31A, 1B, 2B, …, 31B. Slave I/O sendiri dibedakan menjadi dua berdasarkan sifatnya, yaitu Analog dan Digital. Slave-Slave I/O seri lama (baik Analog maupun Digital) dan Slave I/O Analog seri baru membutuhkan sepasang alamat (A dan B), misalnya alamat 1, 2, atau yang lainnya. Sedangkan Slave I/O Digital seri baru hanya membutuhkan sebuah alamat (A saja atau B saja), misalnya alamat 1A, 2B, atau yang lainnya.
Pada software, pengalamatan dilakukan pada bagian typecasting (pendefinisian tipe variabel). Contohnya seperti berikut :
Contoh di atas diambil dari program untuk mengaplikasikan fungsi multivibrator kotak yang telah disebutkan pada post “KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part III : PLC Part III : Function Block”.
Pada gambar di atas, terdapat tulisan “ON AT %IX1.7.2: BOOL;”, ini artinya bahwa variabel ON merupakan input satu bit/BOOL (ditunjukkan oleh subkata IX; jika IW berarti input satu WORD (16 bit)) yang di-assign pada Master 1, Slave I/O beralamat 7A, pada bit ke-2 (ditunjukkan oleh subkata 1.7.2; jika alamatnya 7B maka subkata yang digunakan adalah 1.7.6). Dengan demikian, tulisan “OFF AT %IX1.7.1: BOOL;” berarti variabel OFF merupakan input satu bit (ditunjukkan oleh subkata IX) yang di-assign pada Master 1, Slave I/O beralamat 7A, pada bit ke-1 (ditunjukkan oleh subkata 1.7.1; jika alamatnya 7B maka subkata yang digunakan adalah 1.7.5). Sedangkan tulisan “Lampu AT %QX1.5.3: BOOL;” berarti variabel Lampu merupakan output satu bit (ditunjukkan oleh subkata QX) yang di-assign pada Master 1, Slave I/O beralamat 5A, pada bit ke-3 (ditunjukkan oleh subkata 1.5.3; jika alamatnya 5B maka subkata yang digunakan adalah 1.5.7). Perhatikan bahwa biasanya sebuah Slave I/O Digital mempunyai empat bit yang bisa di-assign, yaitu I1 sampai dengan I4 untuk Slave Input (I1 untuk input bit ke-0, I2 untuk input bit ke-1, I3 untuk input bit ke-2, dan I4 untuk input bit ke-3), dan O1 sampai dengan O4 untuk Slave Output (O1 untuk output bit ke-0, O2 untuk output bit ke-1, O3 untuk output bit ke-2, dan O4 untuk output bit ke-3).
Oleh karena itu, sebuah push button NO dihubungkan ke pin I3 pada Slave Input yang beralamat 7A untuk berfungsi sebagai tombol “ON”, sebuah push button NO dihubungkan ke pin I2 pada Slave Input yang beralamat 7A untuk berfungsi sebagai tombol “OFF”, dan sebuah Pilot Lamp 24 V DC dihubungkan ke pin O4 pada Slave Output yang beralamat 5A untuk berfungsi sebagai “Lampu”.
Sebagai tambahan, untuk Slave I/O Analog (contohnya sensor tekanan), biasanya data yang dikirim atau diterima berupa WORD, sehingga penulisan subkata pada addressing-nya adalah IW (untuk input) atau QW (untuk output).
Selain itu, pada PLC ifm memungkinkan penggunaan dua buah Master, yaitu sebuah Controller dan dua buah Power Supply AS-i. Jika hanya ada 1 Master, maka Slave I/O hanya dapat berjarak maksimum sekian ratus meter (penulis lupa berapa pastinya) ke satu arah, sedangkan jika ada 2 Master, maka Slave I/O dapat berjarak maksimum sekian ratus meter pada dua arah. Sehingga jika ditotal, kemampuan penempatan Slave I/O pada sistem PLC dengan 2 Master adalah dua kali lipat daripada sistem PLC dengan 1 Master saja. Masalah jarak maksimum ini terkait dengan masalah Noise dan losses pada kabel.
Pada post selanjutnya, yaitu “KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part III : PLC Part VI : Desain”, penulis akan menceritakan mengenai salah satu peran engineer di P.T. Indoserako, yaitu desain.
Warm Regards,
Giovanni Sutanto
NIM 132 05 038
No comments yet
Leave a reply





























