KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part III : PLC Part IV : Box with EN

By : Giovanni Sutanto NIM 132 05 038

Box with EN adalah semacam function block yang sudah terdefinisi pada software compiler Ladder Diagram, yang memiliki komponen variabel EN (enable) untuk memungkinkan pengaktifan kerja box ini secara bersyarat. Box with EN sangat bervariasi sesuai dengan nama spesifik yang dimilikinya. Namun secara garis besar, Box with EN dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu box yang berfungsi sebagai kondisional bersyarat, box yang berfungsi sebagai pengkonversi tipe variabel input, dan box perintah kondisional.

Box yang berfungsi sebagai kondisional bersyarat, contohnya antara lain adalah box LT, LE,  EQ, GT, dan GE. Box LT (Less Than) adalah box, yang ketika EN-nya sedang aktif, akan membandingkan kedua inputnya, dan mengaktifkan output box tersebut jika dan hanya jika input pertamanya lebih kecil nilainya daripada input kedua (i1 < i2). Dan tentu saja kedua input dari box tersebut harus mempunyai tipe variabel yang sama, sebab jika tidak maka compiler akan menampilkan error ketika di-compile. Box LE (Less or Equal), EQ (EQual), GT (Greater Than), dan GE (Greater or Equal) sejenis dengan box LT, dengan perbedaan sifat kondisional. LE untuk mengecek kondisi lebih kecil atau sama dengan (i1 <= i2). EQ untuk mengecek kesamaan nilai (i1 == i2). GT untuk mengecek kondisi lebih besar (i1 > i2). GE untuk mengecek kondisi lebih besar atau sama dengan (i1 >= i2). Berikut ini adalah contoh aplikasi box GE :

Box yang berfungsi sebagai pengkonversi tipe variabel input, contohnya antara lain adalah WORD_TO_REAL, INT_TO_REAL, REAL_TO_INT, dan lain sebagainya. Box WORD_TO_REAL berfungsi mengkonversi variabel bertipe WORD menjadi bertipe REAL dengan nilai yang tetap sama. Box INT_TO_REAL berfungsi mengkonversi variabel bertipe INT menjadi bertipe REAL dengan nilai yang tetap sama, contohnya dari 5 (INT) menjadi 5.0 (REAL). Box REAL_TO_INT berfungsi mengkonversi variabel bertipe REAL menjadi bertipe INT dengan nilai yang tetap sama atau dengan pembulatan, contohnya dari 5.3 (REAL) menjadi 5 (INT), 5.9 (REAL) menjadi 6 (INT), dan lain sebagainya. Berikut ini adalah contoh aplikasi box REAL_TO_INT :

Box perintah kondisional, contohnya adalah MOVE. Pada box MOVE, nilai variabel input disalin ke variabel output jika dan hanya jika variabel pada EN-nya sedang aktif/on. Dan tentu saja untuk itu, variabel input dan variabel output harus memiliki tipe variabel yang sama. Berikut ini contoh aplikasinya :

Ada satu hal yang perlu diperhatikan pada penggunaan Box with EN. Jika EN mengalami transisi dari aktif/on menjadi nonaktif/off (falling-edge), maka nilai output dari box tersebut akan menggantung pada nilai terakhirnya sesaat sebelum EN menjadi nonaktif/off. Oleh karena itu kita perlu mengatasi state yang tidak kita inginkan ini dengan membuat baris program tambahan, yang memberikan default nilai output box ketika EN-nya sedang nonaktif, yaitu dengan menggunakan box MOVE.

Pada post selanjutnya, yaitu “KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part III : PLC Part V : Addressing“, penulis akan membahas salah satu langkah yang penting pada saat “menyuntikkan” program Ladder Diagram ke PLC, yaitu addressing/pengalamatan.

Best Regards,

Giovanni Sutanto
NIM 132 05 038
-Teknik Elektro ITB Jalur Pilihan Teknik Kendali Angkatan 2005-

No comments yet

Leave a reply