KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part III : PLC Part I : Perkenalan
By : Giovanni Sutanto NIM 132 05 038
Halo, salam jumpa lagi buat para pembaca! Akhirnya saya memperoleh semangat untuk menulis lagi, dan lagipula tidak baik kan, meninggalkan sesuatu yang telah dimulai tanpa menyelesaikannya.
Pada bagian ini akan dibahas mengenai PLC (Programmable Logic Controller) sebagai perkenalan. PLC adalah suatu controller elektronik dengan fitur-fitur yang cukup lengkap, yang lazim digunakan untuk mengendalikan proses-proses dalam suatu industri. Mungkin kita bisa membandingkannya dengan controller lain yang sudah kita pelajari, yaitu microcontroller. Berikut ini tabel perbandingan PLC versus Microcontroller :
Selain Noise, hal yang juga perlu diperhatikan pada aplikasi jarak jauh (puluhan atau ratusan meter) adalah losses pada kabel. Oleh karena itu jugalah PLC menggunakan level tegangan yang relatif tinggi, yaitu tipikal 24 Volt, supaya persentase losses daya menjadi relatif lebih kecil pada transmisi sinyal jarak jauh.
Karena kemampuannya pada aplikasi untuk jarak jauh inilah, PLC cocok digunakan untuk mengendalikan proses-proses pada sebuah pabrik, di mana sensor dan aktuator bisa tersebar di sekitar bangunan pabrik yang berjarak ratusan meter dari Master Controller.
P.T. Indoserako telah menginstal berbagai merk PLC, seperti Siemens, Mitsubishi, ifm, dan lain sebagainya. Merk ifm (dari Jerman) merupakan spesialisasi P.T. Indoserako, karena P.T. Indoserako merupakan satu-satunya distributor PLC ifm di Indonesia. Selama menjalani Kerja Praktek pun, penulis secara spesifik mempelajari PLC ifm saja.
PLC ifm menggunakan standar AS-i (Actuator-Sensor interface). Pada standar AS-i, terdapat dua buah power supply, yaitu Power Supply 24 V DC dan Power Supply AS-i. Power Supply 24 V DC hanya berfungsi sebagai pensuplai daya sistem. Sedangkan Power Supply AS-i berfungsi untuk komunikasi data serial antara Master dan Slave-Slave. Power Supply AS-i menghasilkan level tegangan sebesar 24 V DC + Level Tegangan Sinyal Digital untuk Komunikasi Data Serial.
Mungkin masih ada di antara para pembaca yang belum mengetahui tentang komunikasi data serial. Komunikasi data serial dapat dijelaskan dengan gambar berikut :
Pada komunikasi data serial, Master mengirimkan sinyal digital berupa Byte (8 bit) atau Word (16 bit) kepada semua Slave I/O melalui jalur MOSI (Master Out Slave In). Setiap satuan sinyal digital ini (bisa Byte atau Word) terdiri dari antara lain Alamat/Address Slave I/O yang Dituju, Data Serial, dan bit sinkronisasi. Data Serial ini biasanya merupakan permohonan kepada Slave Input/Sensor untuk mengirimkan hasil pembacaan variabelnya kepada Master atau data yang harus di-output-kan oleh Slave Output/Aktuator. Semua Slave I/O menerima sinyal digital ini, tetapi hanya Slave I/O yang dituju saja yang akan menjawabnya. Slave I/O yang dituju menjawab dengan mengirimkan sinyal digital (Byte atau Word) kepada Master melalui jalur MISO (Master In Slave Out). Pada gambar di atas, jalur MOSI dan MISO digambarkan dalam satu garis.
Pada PLC ifm, yang dimaksud dengan Master adalah Controller + Power Supply AS-i. Antara Master dan Slave-Slave maksimum dihubungkan dengan 4 buah kabel, yaitu A+, A-, E+, dan E-. A+ dan A- berasal dari Power Supply AS-i, salah satu adalah MOSI dan yang lain adalah MISO (penulis belum sempat mencari tahu mana yang MOSI dan mana yang MISO). Sedangkan E+ (+24 V DC) dan E- (0 V/ Ground) berasal dari Power Supply 24 V DC.
Pada bagian berikutnya, penulis akan membahas mengenai pemrograman PLC dengan contohnya Rangkaian Interlock.
Warm Regards,
Giovanni Sutanto
NIM 132 05 038
-Bener Banget Kif, SEKALI ELEKTRO TETAP ELEKTRO-
No comments yet
Leave a reply




























