Archive for August, 2008|Monthly archive page
KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part II : Relay Part I : Pengertian & Cara Kerja
By : Giovanni Sutanto NIM 132 05 038
Relay adalah suatu komponen yang bekerja secara elektromagnetik-mekanik untuk keperluan switching. Relay dapat menggantikan transistor (atau bisa juga dikombinasikan) pada aplikasi switching dengan tegangan dan arus yang besar, baik AC maupun DC. Pengetahuan akan Relay sangat penting bagi mahasiswa Teknik Elektro, tapi entah mengapa di kuliah maupun praktikum hanya sedikit diajarkan. Berikut ini gambar skematik sebuah relay :
Pada keadaan awal, yaitu pada saat coil relay tidak diberi tegangan, maka yang terhubung-singkat adalah contact Normally Close (NC). Sedangkan contact Normally Open (NO) mengalami hubung-terbuka.
Jika sebuah relay 24 Volt DC diberi tegangan sebesar 24 Volt DC pada coil-nya (perhatikan polaritas tegangan dan polaritas coil, harus sama, + pada + & – pada -), maka relay tersebut akan mengalami switching seperti berikut :
Pada keadaan ini, yang terhubung-singkat adalah contact Normally Open (NO), sementara contact Normally Close (NC) mengalami hubung-terbuka.
Proses switching pada relay DC dapat dijelaskan sebagai berikut. Coil pada relay merupakan sebuah kumparan yang berintikan material batang yang sifat kemagnetannya mudah ditimbulkan dan mudah dihilangkan. Ketika ada arus yang mengaliri kumparan, maka akan muncul medan magnet pada inti batang dengan kutub magnet sesuai aturan tangan kanan (proses elektromagnetik). Munculnya medan magnet pada inti batang kumparan ini menarik material magnetik (proses mekanik akibat adanya medan magnet), tempat di mana contact-contact relay melekat. Akibatnya contact mengalami perubahan posisi dari posisinya semula, NC yang semulanya hubung-singkat menjadi hubung-terbuka, NO yang semulanya hubung-terbuka menjadi hubung-singkat.
Untuk aplikasi pada rangkaian elektronik, sebaiknya dipasang dioda pada coil relay, seperti berikut :

Hal ini berdasarkan pada sifat induktor, di mana arus harus bersifat kontinyu. Dengan adanya dioda, maka pada saat tegangan 24 Volt DC secara tiba-tiba dihilangkan (dengan pengubahan posisi saklar), maka arus pada coil akan mengalir melalui dioda, sehingga arus coil mengalami penurunan secara perlahan dan kontinyu hingga mencapai 0 A (panas karena arus listrik didisipasikan melalui dioda).
Penggunaan relay saat ini sangat banyak, salah satunya untuk otomasi pabrik pada jaman dahulu, di mana belum ada PLC. Saat itu, rangkaian untuk otomasi pabrik berupa rangkaian relay secara hard-wired. Pada masa kini, dengan PLC, rangkaian relay hard-wired digantikan oleh software. Contoh rangkaian relay yang merupakan dasar dari software PLC adalah rangkaian interlock, yang akan dibahas pada post “KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part II : Relay Part II : Rangkaian Interlock“.
Best Regards,
Giovanni Sutanto
KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part I : Company Profile & Sejarah Singkat
By : Giovanni Sutanto NIM 132 05 038
Halo kawan-kawan. Ini pertama kalinya saya menulis dalam sebuah blog, jadi mohon maaf jika banyak kekurangan dalam blog ini.
Saya KP di sebuah perusahaan bernama P.T. Indoserako Sejahtera. P.T. Indoserako adalah sebuah perusahaan kontraktor untuk electrical engineer, yang antara lain melayani desain dan instalasi PLC (Programmable Logic Controller) di pabrik, pembuatan dan instalasi display elektrik raksasa dengan menggunakan Seven Segment atau Dot Matrix di pabrik (mereka menyebutnya dengan istilah “Andon”, entah dari mana istilah itu berasal), serta pembuatan SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition, thanks to Abu for the abbreviation). P.T. Indoserako mempunyai beberapa klien dari perusahaan besar, seperti P.T. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang Barat KIIC, P.T. Gajah Tunggal (pembuat ban GT Radial), P.T. Indocement, dan masih banyak lagi. Selama KP, saya diberi tugas untuk membantu pengerjaan dua buah proyek dari P.T. TMMIN, yaitu Inflator dan ED Treatment.
P.T. Indoserako didirikan oleh Bapak Harry H. Oeyono sebagai sebuah Sister Company dari P.T. Gamako. Pak Harry sendiri adalah alumni Elektro ITB angkatan 1980 (seangkatan dengan Pak Pekik, Pak Nanang, dan Pak Hilwadi). Karena itu juga, Pak Harry sering merekrut engineer-engineer baru dari Elektro ITB, yang baru lulus (fresh graduate). Mungkin beberapa dari kalian, anak-anak subjur Kendali, akan ditelepon oleh Pak Harry, menjelang hari wisuda kalian nanti, ditawari untuk menjadi engineer P.T. Indoserako. Engineer-engineer P.T. Indoserako pada saat ini ada 4 orang, yaitu Hankky Arief (Elektro ITB 2000, Kepala Divisi Engineer dan Teknisi), Liustony (Elektro ITB 2001), Donni Jayasaputra Kristiono (Elektro ITB 2003, pembimbing KP saya), dan Natalis (Elektro …). Engineer-engineer P.T. Indoserako sendiri sering mengalami regenerasi, karena kebanyakan bekerja di Indoserako sebagai engineer untuk mencari pengalaman saja, kemudian keluar dan membuka usaha sendiri yang bergerak di bidang yang sama/mirip dengan P.T. Indoserako. Menurut cerita staf P.T. Indoserako dan menurut saya pribadi (setelah selesai melaksanakan KP), P.T. Indoserako adalah tempat yang enak untuk mencari pengalaman dari nol, baik pengalaman keteknikan maupun non-teknik (seperti tugas-tugas per divisi perusahaan).

KP Pabrik Baja Biru: Credits
Akhirnya Blog KP Pabrik Baja Biru berakhir juga seiring dengan berakhirnya masa KP sang penulis, yaitu AKU!!!
HOREEE!!!!!
Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembaca setia blog KP Pabrik Baja Biru (Adin, Tyson, Hercup, Prama, Eko, Inez, dan pembaca2 lainnya yang juga tidak kalah berharganya bagi gw)
Terima kasih juga terutama bagi sang pembuat blog kpelektro05. Tanpamu, tidak akan pernah ada KP Pabrik Baja BIru.
Sungguh senang rasanya bisa mengakhiri KP. Banyak hal-hal yang kualami dan kulakukan selama KP (terutama bengong dan melamun).
Untuk teman2 yang masih KP, tetap semangat ber-KP. Saya doakan semoga KP kalian sukses, ses, ses, ses!!!
See you all in BDG,
J.D.O.
KP Pabrik Baja Biru: Final Words

by
J.D.O.
Comments (6)



Leave a Comment

Comments (8)

























