Archive for August, 2008|Monthly archive page

KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part II : Relay Part II : Rangkaian Interlock

By : Giovanni Sutanto NIM 132 05 038

Pada post kali ini, dibahas mengenai rangkaian Interlock,  yang merupakan salah satu dasar bahasa pemrograman Ladder Diagram (bahasa pemrograman untuk PLC). Berikut ini adalah skematik rangkaian Interlock yang dibangun dengan menggunakan relay :


Pada skematik di atas, selain relay, terdapat juga push button dan lampu DC. Push button juga ada dua macam : NO (Normally Open) dan NC (Normally Close). Untuk push button NO, pada saat tidak ditekan, kedua kaki/pinnya bersifat hubung-terbuka, selama ditekan, kedua kaki/pinnya menjadi hubung-singkat, dan ketika dilepaskan, maka kedua kaki/pinnya kembali bersifat hubung-terbuka. Demikian juga sebaliknya pada push button NC.

Ketika push button RUN ditekan, maka arus sebesar I akan mengalir melalui pin-pin push button RUN, kemudian melalui pin-pin push button STOP, Lampu DC (karenanya Lampu DC menjadi menyala), dan akhirnya mengaliri coil relay. Karena coil dialiri arus, maka contact relay mengalami switching, sehingga contact NO mengalami hubung singkat, sementara contact NC mengalami hubung terbuka. Dengan demikian arus I menjadi terbagi antara melalui push button RUN dan melalui contact NO, seperti berikut :


Saat push button RUN berhenti ditekan (dengan kata lain dilepaskan), maka pin-pin push button RUN menjadi hubung-terbuka, dengan demikian sekarang arus yg melalui pin-pin push button RUN menjadi 0 Ampere, sementara arus sebesar I menjadi mengalir melalui contact NO relay. Perhatikan bahwa sekarang arus ke coil relay di-support oleh contact-nya sendiri. Karena Lampu DC masih dialiri oleh arus sebesar I, maka lampu tersebut masih tetap menyala. Hal ini dapat diilustrasikan sebagai berikut :


Sekarang perhatikan ketika push button STOP (NC) ditekan. Pin-pin push button STOP menjadi bersifat hubung-terbuka. Dengan demikian keseluruhan rangkaian Interlock menjadi bersifat hubung-terbuka, dan arus tidak mengalir lagi pada rangkaian ini. Karena tidak dialiri arus, maka kini Lampu DC menjadi mati kembali. Demikian juga dengan relay, karena coil-nya tidak dialiri arus, maka contact-nya mengalami switching dan kembali ke keadaan semula (contact NO hubung-terbuka dan contact NC hubung-singkat). Perhatikan ilustrasi berikut :

Walaupun push button STOP sudah tidak ditekan lagi, Lampu DC tetap tidak akan menyala, karena push button RUN tidak ditekan dan contact NO bersifat hubung-terbuka, sehingga tidak arus yang mengalir pada rangkaian Interlock ini.

Terima kasih penulis ucapkan pada Pak Slamet, Teknisi semi Engineer dari P.T. Indoserako, yang telah mendemonstrasikan cara kerja sebuah rangkaian Interlock yang dibangun dengan menggunakan relay, kepada penulis.

Rangkaian Interlock yang dibuat dengan menggunakan software akan dibahas pada post “KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part III : PLC Part II : Rangkaian Interlock” dengan menggunakan Ladder Diagram.

Best Regards,

Giovanni Sutanto

KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part II : Relay Part I : Pengertian & Cara Kerja

By : Giovanni Sutanto NIM 132 05 038

Relay adalah suatu komponen yang bekerja secara elektromagnetik-mekanik untuk keperluan switching. Relay dapat menggantikan transistor (atau bisa juga dikombinasikan) pada aplikasi switching dengan tegangan dan arus yang besar, baik AC maupun DC. Pengetahuan akan Relay sangat penting bagi mahasiswa Teknik Elektro, tapi entah mengapa di kuliah maupun praktikum hanya sedikit diajarkan. Berikut ini gambar skematik sebuah relay :

Pada keadaan awal, yaitu pada saat coil relay tidak diberi tegangan, maka yang terhubung-singkat adalah contact Normally Close (NC). Sedangkan contact Normally Open (NO) mengalami hubung-terbuka.

Jika sebuah relay 24 Volt DC diberi tegangan sebesar 24 Volt DC pada coil-nya (perhatikan polaritas tegangan dan polaritas coil, harus sama, + pada + & – pada -), maka relay tersebut akan mengalami switching seperti berikut :

Pada keadaan ini, yang terhubung-singkat adalah contact Normally Open (NO), sementara contact Normally Close (NC) mengalami hubung-terbuka.

Proses switching pada relay DC dapat dijelaskan sebagai berikut. Coil pada relay merupakan sebuah kumparan yang berintikan material batang yang sifat kemagnetannya mudah ditimbulkan dan mudah dihilangkan. Ketika ada arus yang mengaliri kumparan, maka akan muncul medan magnet pada inti batang dengan kutub magnet sesuai aturan tangan kanan (proses elektromagnetik). Munculnya medan magnet pada inti batang kumparan ini menarik material magnetik (proses mekanik akibat adanya medan magnet), tempat di mana contact-contact relay melekat. Akibatnya contact mengalami perubahan posisi dari posisinya semula, NC yang semulanya hubung-singkat menjadi hubung-terbuka, NO yang semulanya hubung-terbuka menjadi hubung-singkat.

Untuk aplikasi pada rangkaian elektronik, sebaiknya dipasang dioda pada coil relay, seperti berikut :


Hal ini berdasarkan pada sifat induktor, di mana arus harus bersifat kontinyu. Dengan adanya dioda, maka pada saat tegangan 24 Volt DC secara tiba-tiba dihilangkan (dengan pengubahan posisi saklar), maka arus pada coil akan mengalir melalui dioda, sehingga arus coil mengalami penurunan secara perlahan dan kontinyu hingga mencapai 0 A (panas karena arus listrik didisipasikan melalui dioda).

Penggunaan relay saat ini sangat banyak, salah satunya untuk otomasi pabrik pada jaman dahulu, di mana belum ada PLC. Saat itu, rangkaian untuk otomasi pabrik berupa rangkaian relay secara hard-wired. Pada masa kini, dengan PLC, rangkaian relay hard-wired digantikan oleh software. Contoh rangkaian relay yang merupakan dasar dari software PLC adalah rangkaian interlock, yang akan dibahas pada post “KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part II : Relay Part II : Rangkaian Interlock“.

Best Regards,

Giovanni Sutanto

KP @ P.T. Indoserako Sejahtera Part I : Company Profile & Sejarah Singkat

By : Giovanni Sutanto NIM 132 05 038

Halo kawan-kawan. Ini pertama kalinya saya menulis dalam sebuah blog, jadi mohon maaf jika banyak kekurangan dalam blog ini.

Saya KP di sebuah perusahaan bernama P.T. Indoserako Sejahtera. P.T. Indoserako adalah sebuah perusahaan kontraktor untuk electrical engineer, yang antara lain melayani desain dan instalasi PLC (Programmable Logic Controller) di pabrik, pembuatan dan instalasi display elektrik raksasa dengan menggunakan Seven Segment atau Dot Matrix di pabrik (mereka menyebutnya dengan istilah “Andon”, entah dari mana istilah itu berasal), serta pembuatan SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition, thanks to Abu for the abbreviation). P.T. Indoserako mempunyai beberapa klien dari perusahaan besar, seperti P.T. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang Barat KIIC, P.T. Gajah Tunggal (pembuat ban GT Radial), P.T. Indocement, dan masih banyak lagi. Selama KP, saya diberi tugas untuk membantu pengerjaan dua buah proyek dari P.T. TMMIN, yaitu Inflator dan ED Treatment.

P.T. Indoserako didirikan oleh Bapak Harry H. Oeyono sebagai sebuah Sister Company dari P.T. Gamako. Pak Harry sendiri adalah alumni Elektro ITB angkatan 1980 (seangkatan dengan Pak Pekik, Pak Nanang, dan Pak Hilwadi). Karena itu juga, Pak Harry sering merekrut engineer-engineer baru dari Elektro ITB, yang baru lulus (fresh graduate). Mungkin beberapa dari kalian, anak-anak subjur Kendali, akan ditelepon oleh Pak Harry, menjelang hari wisuda kalian nanti, ditawari untuk menjadi engineer P.T. Indoserako. Engineer-engineer P.T. Indoserako pada saat ini ada 4 orang, yaitu Hankky Arief (Elektro ITB 2000, Kepala Divisi Engineer dan Teknisi), Liustony (Elektro ITB 2001), Donni Jayasaputra Kristiono (Elektro ITB 2003, pembimbing KP saya), dan Natalis (Elektro …). Engineer-engineer P.T. Indoserako sendiri sering mengalami regenerasi, karena kebanyakan bekerja di Indoserako sebagai engineer untuk mencari pengalaman saja, kemudian keluar dan membuka usaha sendiri yang bergerak di bidang yang sama/mirip dengan P.T. Indoserako. Menurut cerita staf P.T. Indoserako dan menurut saya pribadi (setelah selesai melaksanakan KP), P.T. Indoserako adalah tempat yang enak untuk mencari pengalaman dari nol, baik pengalaman keteknikan maupun non-teknik (seperti tugas-tugas per divisi perusahaan).

Foto Bersama Divisi Engineer & Teknisi P.T. Indoserako

KP Pabrik Baja Biru: Credits

Akhirnya Blog KP Pabrik Baja Biru berakhir juga seiring dengan berakhirnya masa KP sang penulis, yaitu AKU!!!

HOREEE!!!!!

Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembaca setia blog KP Pabrik Baja Biru (Adin, Tyson, Hercup, Prama, Eko, Inez, dan pembaca2 lainnya yang juga tidak kalah berharganya bagi gw)

Terima kasih juga terutama bagi sang pembuat blog kpelektro05. Tanpamu, tidak akan pernah ada KP Pabrik Baja BIru.

Sungguh senang rasanya bisa mengakhiri KP. Banyak hal-hal yang kualami dan kulakukan selama KP (terutama bengong dan melamun).

Untuk teman2 yang masih KP, tetap semangat ber-KP. Saya doakan semoga KP kalian sukses, ses, ses, ses!!!

See you all in BDG,

J.D.O.

KP Pabrik Baja Biru: Final Words

by

J.D.O.